Sebesar Apa Perhatian Kita Terhadap Ilmu Agama?







الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد


Kita semua mengetahui bahwa mencari Ilmu agama hukumnya wajib bagi setiap individu (Fardhu ‘Ain) sebagai mana hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang masyhur:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut Ilmu itu wajib bagi setiap muslim” (HR.Ahmad, Shahih)

 

Pun demikian bagaimana perhatian kita terhadap Ilmu yang satu ini? Berapa lama waktu kita yang kita gunakan untuk mempelajarinya? Sedangkan kita tidak memungkiri bahwa kita menghabiskan waktu kita bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun untuk mempelajari ilmu yang sifatnya keduniawian sejak mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, S1, S2, S3 dan seterusnya, akan tetapi berapa tahun waktu kita gunakan untuk belajar Alquran dan tafsirnya, mempelajari hadits-hadits Nabi beserta syarahnya, membaca kitab-kitab para ulama baik kitab Aqidah, Fiqh, adab, nahwu, shorof dan seterusnya?

Sehingga tak jarang seseorang yang berpendidikan tinggi dalam ilmu duniawi akan tetapi ia tidak tahu bagaimana cara membaca Alquran yang benar, bagaimana tatacara sholat, wudhu yang benar sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, apalagi terkait dengan permasalahan-permasalahan agama yang lainnya, yang ia tahu hanya sebatas ilmu yang dulu pernah ia pelajari ketika belajar di TPQ semasa pendidikan dasar setiap sore hari, itupun kadang ijin karena bertubrukan dengan kegiata ekstra dari sekolah.

Sungguh Allah Ta’ala benar-benar mencela orang-orang yang mahir dalam ilmu dunia akan tetapi lalai dari ilmu agamanya, padahal ilmu agamalah yang menjadi sebab kebahagiaan diakhirat bagi mereka kelak. Allah Ta’ala berfirman:

 

يَعۡلَمُونَ ظَٰهِرٗا مِّنَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَهُمۡ عَنِ ٱلۡأٓخِرَةِ غَٰفِلُونَ

“Mereka hanya mengilmui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai”. (QS. Ar-Rum: 7)

 

Maka dari itu Saudara-saudariku yang saya cintai karena Allah, marilah kita bersemangat untuk perhatian dengan Ilmu agama, mempelajarinya, memahaminya dan mengamalkannya. Kita berusaha mempelajari Alquran beserta tafsirnya, mempelajari hadits-hadits Nabi dan mempelajari kitab-kitab para ulama. Ketahuilah, bahwa ilmu inilah warisan dari para Nabi terdahulu, terlebih Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana sabdanya:


 إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَاراً وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنَ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِر 

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Daud)


Dengan kita mempelajari Ilmu dari warisan para Nabi InsyaAllah akan mengangkat derajat kita di dunia terlebih di akhirat nanti, sebagaimana firman-Nya:

 

يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu (Agama) beberapa derajat”. (QS. Al-Mujadalah: 11)

 

Berkata Sahabat Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu, mengomentari ayat diatas, “ Selisih derajat Ulama diatas orang yang beriman akan tetapi tanpa ilmu, yaitu selisih 700 derajat, sedangkan jarak antara dua derajat yang satu dengan yang lainnya adalah sejarak 500 tahun perjalanan”. Allahu Akbar !

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Bandongan, Magelang, 24 Rabiul Akhir 1443 H/ 30-11-2021

# Saudaramu karena Allah, MS. Burhanudin

Sumber:

1.  1. Mukhtashor Minhajil Qoshidin, Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi

2.   2. Kayfa Tatahammas fi tholabil ilmi, Syaikh Abul Qa’qa’, terjamah, Pustaka Elba: Surabaya

3.      3. Al-Quran In Word

4.      4. Muslim.or.id

5.      5. Asysyariah.com

 

 

Komentar

Postingan Populer