SUNNAH DAN ADAB-ADAB BERDOA
A.
Kedudukan Doa Dalam Agama Islam
Sesungguhnya doa memiliki kedudukan yang agung dalam Islam, bahkan
ia adalah seagung-agungnya ibadah, karena doa menampakkan kebutuhan seorang
hamba kepada Rabb-nya untuk mendatangkan kebaikan atau menolak keburukan, serta
di dalam doa juga menampakkan kebergantungan seorang hamba kepada Rabb-nya.
Begitu pentingnya doa, hingga Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk
berdoa dalam firman-Nya :
“Dan Rabb kalian telah berfirman,’Berdoalah kalian kepada-Ku,
niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan
diri dari beribadah kepada-Ku kelak mereka akan memasuki neraka Jahannam dalam
keadan hina’”. (QS. Ghafir : 60)
Maka doa memiliki adab-adab, yang apabila kita berdoa dengan
mengamalkan adab-adab tersebut, hampir-hampir doa kita tidak akan ditolak.
B.
Sunnah dan Adab Berdoa
1.
Niat
yang benar dalam berdoa (HR. Ahmad, At-Tirmidzi)
2.
Memperbanyak
doa (QS. Ghafir: 60; HR. Abu Daud)
3.
Berdoa
dalam keadaan suci (HR. Abu Daud; Ibnu Hibban)
4.
Berdoa
kepada Allah dengan menengadahkan telapak tangan bagian dalam kearah wajah (HR. Abu Daud; At-Thabrani)
5.
Mengangkat
tangan sehingga nampak putihnya bagian dalam ketiak (HR. At-Tirmidzi)
6.
Memulai
doa dengan pujian dan sanjungan kepada Allah Ta’ala (HR. Bukhari Muslim; Abu
Daud)
7.
Bersholawat
atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam (HR. Ad-Daylami; At-Thabrani;
Al-Baihaqi)
8.
Memulai
Doa untuk diri sendiri terlebih dahulu (QS. Nuh: 8; Al-A’raf : 151; HR. Abu
Daud dll)
9.
Ber’azzam
(Tekad kuat) dalam berdoa dan tidak mengucapkan kepada Allah dengan ucapan
“Jika Engkau berkehendak”. (HR. Bukhari Muslim)
10.
Menghadirkan
hati dalam berdoa (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim)
11.
Yakin
doanya akan dikabulkan (QS. Al-Baqarah : 186; HR. At-Tirmidzi)
12.
Tidak
berdoa dengan doa yang mengandung dosa dan memutus silaturrahmi (HR.
At-Tirmidzi)
13.
Tidak
berdoa untuk keburukan diri sendiri, anak dan hartanya (HR. Muslim)
14.
Tidak
berdoa meminta kematian karena adanya keburukan atau musibah (HR. Bukhari
Muslim dari Anas bin Malik)
15.
Tidak
melampaui batas dalam berdoa (QS. Al-A’raf : 55; HR. Abu Daud, Ahmad : tentang
kisah Sahabat Sa’ad)
16.
Tidak
berdoa supaya disegerakan adzab di dunia karena takut adzab di akhirat (HR.
Muslim)
17.
Menampakkan
kefakirn, kemiskinan dan kehinaan di hadapan Allah (HR. At-Timidzi tentang
mengangkat tangan)
18.
Berdoa
dengan lafal yang ma’tsur/ diajarkan Nabi (HR. Abu Daud)
19.
Memperbanyak
doa meminta ‘Afiyah (Keselamatan) (HR. Al-Hakim; At-Tirmidzi)
20.
Mengambil
sebab supaya terkabulkan doa (QS. Al-A’raf : 180; Ali-Imran : 193; QS.
Al-Maidah : 35; HR. Bukhori Muslim, tentang kisah tiga orang terjebak dalam gua)
21.
Memperbanyak
ucapan “Yaa dzal Jalaali wal Ikram” dalam doa (HR. At-Tirmidzi)
22.
Berdoa
dengan menyebut Nama-nama Allah yang Maha Agung (HR. Abu Daud; At-Tirmidzi dan
Ibnu Majjah)
23.
Merengek
dan mengulang-ulang doa (HR. Ibnu Hibban)
24.
Hendaknya
meminta kebaikan perkara dunia dan akhirat (QS. Al-Baqarah : 201; HR. At-Tirmidzi)
25.
Mencari
waktu dan tempat yang mulia lagi mustajab (Bukhari Muslim, dll)
26.
Tidak
tergesa-gesa atau menyegerakan agar dikabulkan (HR. Bukhari Muslim)
27.
Memperbanyak
doa diwaktu lapang dan senang (QS. Al-An’am : 42; HR. At-Tirmidzi; Al-Hakim)
28.
Menjauhi
perkara-perkara yang dapat menghalangi terkabulnya doa (HR. Muslim)
29.
Menjauhi
doa yang mustahil dikabulkan (QS. Al-A’raf : 55; HR. Ahmad)
# Disusun Oleh : M.Sokhibul
Burhanudin, Senin, 18 Rabiul Awwal 1443 H/ 25 Oktober 2021, Ba’da subuh,
Bandongan Mgelang.
Website: fawaidburhani.blogspot.com|| Youtube : fawaidburhani|| FB : Burhan ibnul Islam
Sumber :
1. Mausu’atul
Adaab Al-Islaamiyyah, Syaikh Abdul Aziz bin Fatahi, hal. 356-369
2. Shahihul Adab
Al-Islamiyyah, Syaikh Wahid
Ibn Abdissalam bin Baaliy, hal. 109, Bab
Sunnah berdoa saat Puasa
3. Panduan Amal
Sehari semalam, Abu Ihsan & Ummu Ihsan Al-Atsariy, Hal. 69-78
4. Muslim.or.id
Komentar
Posting Komentar