Karunia Paling Utama













Berkata Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Si’di Rahimahullah:


اعْلَمْ هُدِيْتَ أَنَّ أَفْضَلَ المِنَنْ ....عِلم يُزيلُ الشَّكَ عَنْكَ والدَّرَن

ويكشِفُ الحَقِّ لِذِي القُلوب......ويُوصل العبد إلى المطلوب


يعني أن منن الله على العباد كثيرة ،وأفضل ما من الله على عبده به هو: العلم النافع. وعلامة كون العلم نافعاً ما ذكرت من النظم,  أنه يزيل عن القلب شيئين، وهما: الشبهات، والشهوات. فالشبهات تورث الشك، والشهوات تورث درن القلب وقسوته وتثبط البدن عن الطاعات.

فعلامة العلم النافع أنه يزيل هذين المرضين العظيمين، ويجلب للعبد في مقابلتهما شيئين وهما: اليقين الذي هو ضد الشكوك، والإيمان التام الموصل للعبد لكل مطلوب، المثمر للأعمال الصالحة، الذي هو ضد للشهوات، فكلما ازداد الإنسان من العلم النافع، حصل له كمال اليقين، وكمال الإرادة، ولا تتم سعادة العبد إلا باجتماع هذين الأمرين، وبهما تنال الإمامة في الدين. قال تعالى : ( وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِتَايَاتِنَا يُوقِنُونَ﴾ [السجدة : ٢٤].


Ketahuilah -semoga Allah memberimu petunjuk- bahwa karunia yang paling utami


Adalah ilmu yang menghilangkan darimu keraguan dan kotoran hati


Serta menyingkap kebenaran bagi siapa yang memiliki hati


Dan mengantarkan seorang hamba pada tujuan yang dikehendaki.


Yakni bahwasanya karunia Allah terhadapa para hamba-Nya sangatlah banyak, sedangkan karunia-Nya yang paling utama adalah ilmu yang bermanfaat. Dan tanda ilmu yang bermanfaat adalah sebagaimana yang telah beliau sebutkan dalam bait nadzom tersebut, yaitu: ilmu yang bisa menghilangkan dua perkara dalam hati, yakni syubhat dan syahwat. Syubhat akan mewariskan keraguan dalam hati, sedangkan syahwat akan mewariskan kotoran dan kekerasan hati serta melemahkan badan dari ketaatan.

Maka tanda ilmu yang bermanfaat itu adalah bahwasanya ilmu tersebut bisa menghilangkan dua penyakit terbesar ini (syubhat dan syahwat), serta ilmu tersebut bisa mendatangkan lawan dari keduanya yaitu keyakinan dan keiman yang sempurna. Keyakinan adalah kebalikan dari syubhat, sedangkan keimanan yang sempurna, yang menghantarkan seorang hamba pada segala sesuatu yang dicari, membuahkan amal sholeh, adalah lawan dari syahwat.

Maka setiap kali seorang manusia bertambah ilmunya yang bermanfaat, maka akan semakin meraih sempurnanya keyakinan dan sempurnanya iradah (kehendak untuk beramal shaleh buah dari keimanan) (pent.) Olehkarenanya tidak akan sempurna kebahagiaan seorang hamba, melainkan dengan mengumpulkan dua perkara ini. Dan dengan keduanya pula akan meraih Imamah (kepemimpinan) dalam agama. Allah ta’ala berfirman:


وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِتَايَاتِنَا يُوقِنُونَ

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, tatkala mereka bersabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami (QS. As-Sajdah: 24)


Akhukum Fillah : Abu Abdirrahman Aslam Al-Burhani وفقه الله


Disarikan dari: Al-Qowaid Al-Fiqhiyyah (Al mandzumah wa syarhuha) Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Si’di Rahimahullah, hal. 108-109, 


Komentar

Postingan Populer