Contoh Materi Kultum (Hakikat Kehidupan Manusia)

 






لْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillahil ladzii an’amanaa bini’matil iimaan wal islaam. Wanushalli wanusallimu ‘alaa khairil anaam, sayyidinaa muhammadin wa’alaa aalihii wasohbihi aj-ma’iin, amma ba’du.

Saudaraku yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah Ta’ala dimanapun anda berada. Untuk apa sebenarnya hakikat kita hidup di dunia ini? Untuk apa Allah menciptakan kita dan seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini? Maka ketahuilah bahwa jawabannya terdapat dalam Al-Quran surat Ad-Dzariyat ayat 56, Allah berfirman,

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ ٥٦


“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”

Dari ayat yang mulia tersebut maka kita bisa mengetahui bahwa tujuan Allah menciptakan kita dan jin serta semua makhluk lainnya adalah untuk mengabdi atau beribadah kepada-Nya. Adapun Makna kata “Liya’buduuni” adalah “Liyuwahhiduuni” mentauhidkan, mengesakan Aku (Allah) ta’ala.[1]

Adapun yang dimaksud dengan mantauhidkan Allah adalah mengesakan Allah di dalam perbuatan-perbuatan Allah (Rububiyah), menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan peribadahan seorang hamba (Uluhiyyah) dan menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah Ta’ala (Asma’ Washifat)[2]

Adapun yang dimaksud ibada secara umum adalah segala sesuatu yang bisa mendatangkan kecintaan dan keridhoan Allah Ta’alaa baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang lahir maupun batin[3], seperti sholat, puasa, dzikir, membaca Al-Quran, berharap, takut, tawakal kepada Allah dll.

Dari penjelasan diatas maka dapat kita simpulkan bahwa hakikat tujuan hidup kita ini adalah untuk mengabdi beribadah kepada Allah ta’ala semata, semua amal ibadah yang kita lakukan baik yang wajib ataupun yang sunnah maka kita tujukan hanya untuk Allah Ta’ala saja dan tidak menyekutukan-Nya (baca: Syirik).

Menjadi hal yang sudah maklum bahwa agar kita bisa beribadah kepada Allah dengan baik dan benar maka tidak akan pernah terlepas dari ilmu, sehingga wajarlah apabila Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk menuntut Ilmu Agama dalam sabdanya,

طلب العلم فريضة على كل مسلم

“Menuntut Ilmu itu wajib bagi setiap muslim (laki maupun perempuan)” (HR. Ahmad)[4]

Maka mari saudaraku yang saya cintai karena Allah kita semangat dalam belajar ilmu agama dengan benar, yakni yang bersumber dari Al-Quran dan Assunnah yang dipahami dengan pemahan yang benar, pemehaman para Salafusshalih yakni sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang bisa mengabdi kepada Allah dengan sebaik-baiknya, sehingga kita termasuk hamba Allah yang selamat, bahagia dunia dan akhirat. Aamiin. Baarokallahu Fiikum

Washollallahu 'alaa nabiyyina muhammadin, wa 'ala alihi wa shohbihi ajma'in, wal hamdulillahi rabbil 'aalamiin.

wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wa baarokaatuh


Bandongan, Magelang, 29 Sya’ban 1442 H/ 11 April 2021


# Saudaramu karena Allah, MS. Burhanudin

-------------------------------------------

Sumber:

1. Al-Jadid Fi Syarhi Kitabit Tuhid karya Syaikh Muhammad Ibn Abdul Aziz Al-Qor’awi

2. Lihat At-Tauhid Al-Muyassar milik Syaikh Abdullah bin Ahmad Al-Huwail hal. 7

3. Tafsir Taisirul karimirrahman Syaikh Abdurrahman As-Sa’di

4. Lihat Mukhtashor Minhajul Qashidin milik Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi hal. 22.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer