Keajaiban Imam Qatadah Dalam Hafalan
Qatadah bin Di’amah
As-Sadusi Rahimahullah (Wafat Th. 118 H) pernah berkata,” Aku sama sekali tidak
pernah berkata kepada seseorang muhadits (Orang yang menyampaikan hadits) :’
Ulangilah untukku’. Dan tidaklah kedua telingaku mendengar sesuatu melainkan
hatiku telah menyimpannya”.
Dan beliau berkata: “Aku bermulazamah (duduk belajar) kepada Imam Sai’d
ibnul Musayyib selama 4 hari, beliau menyampaikan hadits kepadaku. Pada suatu
hari beliau berkata: ‘Engkau tidak menulis? Apakah yang aku sampaikan bisa
engkau tangkap?. Aku berkata kepadanya: ‘jika engkau mau akan aku sampaikan
kepadamu apa yang telah engkau sampaikan kepadaku”. Imam Qatadah berkata:” Maka
aku mengulangi hadits yang telah beliau sampaikan kepadaku. Imam berkata, ‘Engkau
adalah orang yang ahli untuk menyampaikan hadits, maka bertanyalah’. Maka aku
menghadap kepadanya dan bertanya kepadanya”.
Imam Ahmad bin Hanbal berkata,”Dahulu Qatadah adalah orang yang
paling cepat dan kuat hafalannya di penduduk Bashrah. Tidaklah dia mendengar
sesuatu melainkan dia menghafalnya. Pernah dibacakan Shahifah Jabir (Lembaran-lembaran
Kitab) sekali saja dan dia langsung menghafalnya”.
Semoga cerita diatas menjadi motifasi bagi kita dalam belajar dan
menghafal Ilmu yang kita pelajari. Mulailah dengan menghafal Alquran, Hadits
Nabi kemudian matan kitab-kitab para ulama, karena menghafal ilmu di dalam dada
mempunyai kedudukan yang sangat penting, tanpa menghafal ilmu, penuntut ilmu
tidak akan mencapai tingkatan yang dia inginkan. Dikatakan, “Barangsiapa
menghafal dasar-dasar ilmu maka dia akan sampai pada ilmu yang dituju”. Mari
kita berdoa kepada Allah agar Dia melimpahkan taufiq dan pertolongan-Nya kepada
kita.
Bandongan, Magelang, 09 Ramadhan 1442 H/ 21 April 2021
# Saudaramu karena Allah, MS. Burhanudin
-------------------------------
Sumber:
1. Tarjamah Al-Ajwibatul Hisan liman arada hifdzil Quran Syaikh Abdul Qoyyum; Syaikh Muhammad
Taqiyyul Islam, hal.15

Komentar
Posting Komentar