Tingkatan Puasa
Puasa tidak sekedar menahan makan dan minum saja, akan tetapi
menahan seluruh anggota tubuh dari segalam macam perbuatan dosa dan maksiat
yang dilarang oleh Allah Ta’ala. Oleh karena itu Rasulullah Muhammad
Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
Barang siapa tidak meninggalkan perkataan Azzuur (Dusta) malah
mengamalkannya dan berbuat perbuatan bodoh, maka Allah tidak butuh di dalam seseorang itu meninggalkan makan dan
minumnya (HR. Bukhari)[1]
Dari hadits yang mulia tersebut kita bisa mengetahui bahwa puasa bukan hanya sebatas menahan lapar dan dahaga saja akan tetapi menahan diri dari perbuatan dosa diantaranya adalah berkata dusta dan bertindak bodoh.
Dari sini
para ulama menjelaskan bahwa puasa memiliki beberapa tingkatan yaitu puasa
umum, khusus dan paling khusus. Yang dimaksud dengan puasa umum adalah
seseorang menahan perut dan kemaluan dari memenuhi kebutuhan syahwatnya.
Sedangkan puasa khusus adalah menahan pandangan, lisan, tangan, kaki,
pendengaran serta seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa dan maksiat. Adapun
puasa paling khusus, adalah puasanya hati dari hasrat keinginan yang hina,
pemikiran pemikiran yang menjauhkan diri dari Allah ta’ala dan menjaganya dari
bergantung kepada selain Allah Ta’ala secara total.[2]
Pertanyaannya, termasuk tingkatan puasa mana diri kita ini? Semoga
ini menjadi renungan dan evaluasi bagi diri kita semoga dengannya kita bisa
meningkatkan kualitas puasa kita dan semoga Allah menjadikankita termasuk orang
yang bertaqwa. aamiin
Bandongan, Magelang, 29 Sya’ban 1442 H/ 11 April 2021
# Saudaramu karena Allah, MS. Burhanudin
---------------------------------------------
Sumber:
[1]. Manhajus saalikin wa taudhihul fiqhi fiddin, Syaikh
Abdurrahman As-Sa’di hal. 62
[2]. Lihat Mukhtashor minhajul Qashidin Imam ibnu Qudamah
Al-Maqdisi hal. 55


Terimakasih faedahnya.. Jazakumullahu khoiron.. Baarokallahu fiikum
BalasHapus