HADITS ARBA’IN KE-4 (Bagian ke-2) # Amalan Tergantung Akhirnya



 


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

 

فَوَالله الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلاذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَايَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا» رواه البخاري ومسلم.


Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya seorang dari kalian benar-benar beramal dengan amal penghuni surga hingga jarak antaranya dan surga hanya sejengkal, lalu takdir mendahuluinya, lalu dia beramal dengan amal penduduk neraka lalu ia pun memasukinya. Dan seseungguhnya seorang dari kalian benar-benar  beramal dengan amal penduduk neraka hingga jarak antaranya dengan neraka hanya sejengkal, lalu takdir mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amal penduduk surga, maka ia pun memasukinya.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.

[Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 3208), Shahih Muslim (no. 2643), Sunan Abu Dawud (no. 4708), Sunan at-Tirmidzi (no. 2137), dan Sunan Ibnu Majah (no. 76)]

 

Faedah Hadits :

  1. Bolehnya bersumpah tanpa diminta untuk bersumpah dalam rangka men-ta’kid (menguatkan) suatu perkara yang sangat penting.
  2. Amal Manusia dilihat pada akhir hidupnya, sebagaimana Hadits, “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya”. (HR. Bukhari, No. 6607); demikian perkataan kebanyakan Ulama Salaf, “Akhir amalan itu warisan dari amalan-amalan sebelumnya”.
  3. Dzohir hadits menunjukkan bahwa manusia terkadang gagal sebelum meninggal, di akhir hidupnya mereka beramal dengan amalan buruk yang menjadikannya menjadi penduduk neraka. Na’udzubillah
  4. Berhati-hati dari akhir yang buruk (Su’ul Khotimah), yang demikian dengan membersihkan hati kita dari kemaksiatan yang tersembunyi karena akibatnya sangat buruk
  5. Peringatan bagi orang yang menyeleweng dari jalan yang benar dan harapan supaya mereka kembali kepada jalan yang benar, bertaubat kepada Allah Ta’ala.
  6. Kita tidak bisa menghukumi seseorang termasuk ahli syurga atau neraka hanya sebatas melihat amalan belaka, kecuali orang-orang yang sudah dijamin sebagai ahli syurga oleh Allah dan Rasulnya karena semuanya dikembalikan kepada Ilmu Allah Ta’ala.
  7. Hendaknya manusia tidak tertipu dengan amalannya, tidak bangga dengan amalannya karena ia tidak tahu diatas amalan apa ia akan meninggal
  8. Pentingnya meminta akhir hidup yang baik, Husnul Khotimah dan berlindung dari Su’il khotimah karena hidayah ada ditangan Allah
  9. Sebagian ulama menganjurkan kepada kita untuk tidak melupakan tiga doa ini dalam sujud:

a.       Ya Allah aku meminta kepada-Mu husnul khatimah

b.      Ya Allah anugerahkan kepadaku Taubat Nasuha sebelum wafat

c.       Ya Allah wahai Dzat sang pembolak-balik hati, tetapkan hatiku diatas agama-Mu

 

Magelang, SMKN 1 Magelang, Jumadil Ula / Desember  2021

# Saudaramu karena Allah, MS. Burhanudin

 

Sumber :

Disarikan dari kitab Ad-Durarus Saniyyah Bi Fawaidi Al-Arbain Nawawiyah, Syaikh Dr. Bandar Bin Nafi’, hal, 40-41; Al-Minhah Syarah Al-Arbain, Syaikh Sholeh Fauzan hal. 97-98; Syarah Al-Arba’in Syaikh Sholeh Alu Syaikh, hal. 115

 


Komentar

Postingan Populer