Tandhim 3: Pentingnya Masa Muda
Syaikh Abdurrazaq dalam kitab min washayaa as-salaf lisy syabab berkata:
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى ٱللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ:
Pendahuluan
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau, keluarga beliau, dan seluruh sahabatnya.
Adapun setelah itu:
Masa Pemuda adalah Fase yang Sangat Penting
Tidak tersembunyi bahwa masa pemuda adalah fase yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Karena pada masa ini terdapat kekuatan, semangat, kemudahan bergerak, kekuatan anggota tubuh, serta kesehatan indera.
Adapun ketika manusia telah tua, maka melemah indera dan kekuatannya.
Islam telah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap fase ini, serta penjagaan yang agung. Banyak dalil yang menegaskan pentingnya masa ini.
Nabi ﷺ pun mendorong umatnya untuk segera memanfaatkan masa tersebut dan memperingatkan agar tidak menyia-nyiakannya.
Hadits tentang Lima Perkara Sebelum Lima Perkara
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada seorang laki-laki yang sedang dinasihati:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لِرَجُلٍ وَهُوَ يَعِظُهُ:
«ٱغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ»
📚 Riwayat: Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman, dan dinilai hasan oleh sebagian ulama hadits.
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”
Masa pemuda termasuk dalam sabda Nabi ﷺ: “dan hidupmu sebelum matimu.” Namun Nabi ﷺ menyebutkannya secara khusus karena besarnya kedudukan dan pentingnya fase tersebut.
Hadits tentang Pertanyaan di Hari Kiamat
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«لَا تَزُولُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ»
📚 Riwayat: At-Tirmidzi (no. 2416) dan beliau berkata: hadits hasan shahih.
“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang manusia pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang lima perkara: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, serta apa yang ia amalkan dari ilmunya.”
Nasihat untuk Para Pemuda
Oleh karena itu, seorang pemuda hendaknya memperhatikan dengan sungguh-sungguh pentingnya fase ini. Ia harus selalu mengingat bahwa Allah akan menanyakannya pada hari kiamat tentang apa yang ia lakukan di masa mudanya, di samping pertanyaan tentang seluruh umurnya.
Karena masa pemuda adalah masa kekuatan, semangat, kemudahan bergerak, kekuatan anggota tubuh, serta sempurnanya indera.
Anjuran Nabi ﷺ untuk Memanfaatkan Masa Pemuda
Nabi ﷺ mendorong para pemuda untuk memanfaatkan masa ini dengan sebaik-baiknya dan tidak menyia-nyiakannya.
Beliau juga memberikan perhatian kepada para ulama, pendidik, dan da’i agar memberikan perhatian khusus kepada para pemuda.
Karena pemuda membutuhkan bimbingan, kelembutan, perhatian, kasih sayang, dan pendekatan yang baik, agar mereka mencintai kebaikan dan orang-orangnya.
Jika tidak, mereka bisa saja terjerumus dan “ditangkap” oleh أهل الباطل (orang-orang kebatilan) dan pelaku kemaksiatan.
Sumber: Muqadimah kitab min washayaa as-salaf lisy syabab hal. 1-4

Komentar
Posting Komentar