Tandhim 2: Pentingnya Adab Penuntut Ilmu

 

 

 

 

 

Bismillahirrahmaanirrahiim. 

 

Setelah apa yang kita sampaikan sebelumnya tentang pentingnya niat yang benar, niat yang ikhlas kita di pesantren ini adalah untuk tholabul ilmi karena Allah semata, maka pada saat ini akan kita sampaikan tentang pentingnya adab dalam kita menuntut ilmu. 

 

Ketahuilah bahwa ulama salaf sangat perhatian sekali pada masalah adab dan akhlak. Mereka pun mengarahkan murid-muridnya mempelajari adab sebelum menggeluti suatu bidang ilmu dan menemukan berbagai macam khilaf ulama. Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy, 

تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم 

Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.” 

Kenapa sampai para ulama mendahulukan mempelajari adab? Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata, 

بالأدب تفهم العلم 

Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.” 

Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi berkata, “Dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan.” 

Ibnul Mubarok berkata, 

تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين 

“Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.” 

Makhlad bin Al Husain berkata pada Ibnul Mubarok, 

نحن إلى كثير من الأدب أحوج منا إلى كثير من حديث 

“Kami lebih butuh dalam mempelajari adab daripada banyak menguasai hadits.” Kata Syaikh Sholeh Al Ushoimi, “Ini yang terjadi di zaman beliau, tentu di zaman kita ini adab dan akhlak seharusnya lebih serius dipelajari.” 

Lihatlah doa Nabi shallallahualaihi wa sallam supaya dianugerahi akhlak yang mulia, 

اللَّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ 

Allahummahdinii li ahsanil akhlaaqi laa yahdi li-ahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyi-ahaa, laa yashrif ‘anni sayyi-ahaa illa anta [artinya: Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukinya kecuali Engkau. Dan palingkanlah kejelekan akhlak dariku, tidak ada yang memalinggkannya kecuali Engkau].” (HR. Muslim no. 771, dari ‘Ali bin Abi Tholib) 

Sumber tulisan guru Kami Ustadz Abduh Tuasikal: Rumaysho.com 

 

 


Komentar

Postingan Populer