Berjuang di Jalan Allah Demi Harta dan Tahta
Pernah Suatu ketika Sahabat Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu
bercerita,
جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال أرأيت رجلا غزا يلتمس الأجر والذكر ماله
Telah datang seorang
laki-laki kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata:
‘bagaimana pendapat Anda mengenai seseorang yang berjihad untuk mengharapkan
upah (Harta) dan sanjungan (Tahta), apakah yang ia peroleh ?
فقال
رسول الله صلى الله عليه وسلم لا شيء له
Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam menjawab: "Ia tidak mendapatkan apa-apa,
", lalu ia mengulanginya pertanyaannya sampai tiga kali,
يقول له رسول الله صلى الله عليه وسلم لا شيء له
ثم
قال إن الله لا يقبل من العمل
إلا ما كان له خالصا وابتغي به وجهه
Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
tetap menjawab: "Ia tidak mendapatkan apa-apa". Kemudian
beliau bersabda: "Allah tidak menerima amalan kecuali jika dilakukan
dengan ikhlas dan mengharapkan wajah-Nya." [1]
Dari Hadits yang mulia tersebut kita bisa mengetahui bahwa Ikhlash
itu adalah syarat diterimanya amal sholeh yang sesuai dengan Sunnah
Rasulillahi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sungguh Allah telah
memerintahkan kita untuk berbuat ikhlas dalam firmanNya:
وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus..” (QS.
Al-Bayyinah : 5). Amal sebesar apapun kalau tidak ikhlas maka Allah Ta’ala
tidak akan menerimanya dan sesorang yang beramal itu tidak akan mendapatkan
apa-apa.
Adapun yang dimaksud dengan Ikhlas itu adalah memurnikan maksud
tujuan dalam beribadah bertaqrrub (mendekatkan) diri kepada Allah azza
wajalla dari berbagai macam kotorannya. Arti lainnya adalah menjadikan
Allah Azza wajalla sebagai satu-satunya tujuan dalam menjalankan
ketaatan kepada-Nya. Dikatakan pula bahwa Ikhlas itu adalah mengacuhkan
pandangan makhluk dan hanya bergantung berkonsentrasi kepada pandangan
Al-Khaliq (Pencipta)[2]
Bandongan, Magelang, 08 Syawwal 1442 H/ 20 Mei 2021
# Saudaramu karena Allah, M.S. Burhanudin
---------------------------------------------
Sumber:
1. Lihat Sunan An-Nasa’I Bab Jihad (6/25) Al-Mundziri
Fi At-Targhib (1/24) Al-Hafidz Ibnu
Hajar fi Al-Fath (6/28) dll.
2. Tazkiatun
Nufuus wa Tarbiyatuha, DR. Ahmad Farid, Darul Qolam hal 13

Komentar
Posting Komentar