Faedah Khutbah Sholat Gerhana Bulan Mei 2021
Jamaah sholat Khusuf Gerhana Bulan yang semoga dirahmati oleh Allah
Ta’ala. Pada zaman dahulu ada sebagian orang yang menyembah matahari dan bulan
hal ini dikabarkan oleh Allah Ta’ala sebagaimana FirmanNya :
وَمِنۡ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيۡلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُۚ لَا
تَسۡجُدُواْ لِلشَّمۡسِ وَلَا لِلۡقَمَرِ وَٱسۡجُدُواْۤ لِلَّهِۤ ٱلَّذِي خَلَقَهُنَّ
إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari
dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang
menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah. (QS. Fushilat 37)
segala puji bagi Allah Taala
yang telah mengeluarkan kita umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dari
kejahilan; kedzoliman; kegelapan dan kesyirikan menuju cahaya Iman; Islam dan
Tauhid. Sebagaiman Allah telah memberikan petujuk kepada Bapak, Abal Anbiya’
Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dalam FirmanNya:
وَكَذَٰلِكَ نُرِيٓ
إِبۡرَٰهِيمَ مَلَكُوتَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلِيَكُونَ مِنَ ٱلۡمُوقِنِينَ
Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda
keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya)
agar dia termasuk orang yang yakin. (QS. Al-An’an : 75)
فَلَمَّا جَنَّ
عَلَيۡهِ ٱلَّيۡلُ رَءَا كَوۡكَبٗاۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّيۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَآ
أُحِبُّ ٱلۡأٓفِلِينَ
Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia
berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata:
"Saya tidak suka kepada yang tenggelam".
فَلَمَّا رَءَا ٱلۡقَمَرَ بَازِغٗا قَالَ هَٰذَا رَبِّيۖ فَلَمَّآ أَفَلَ
قَالَ لَئِن لَّمۡ يَهۡدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلضَّآلِّينَ
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah
Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata:
"Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku
termasuk orang yang sesat".
فَلَمَّا رَءَا ٱلشَّمۡسَ بَازِغَةٗ قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَآ أَكۡبَرُۖ
فَلَمَّآ أَفَلَتۡ قَالَ يَٰقَوۡمِ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ
Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata:
"Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu
terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari
apa yang kamu persekutukan.
إنِّي وَجَّهۡتُ وَجۡهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ حَنِيفٗاۖ
وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan
langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah
termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (QS. Al-An’am 75-79)
Oleh karenanya jama’ah yang semoga dimulyakan Allah ta’ala, setelah
Allah memberikan kepada kita hidayah Tauhid, hidayah Iman dan Islam janganlah
kita Kembali kepada kejahilan, kedzholiman, kegelapan dan kesyrikan.
Dengan momen gerhana ini kita kuatkan keimanan kita/ ketauhidan kita kepada Allah Ta’ala. Dalam kita mentauhidkan Allah Taa’ala, maka ada beberapa hal yang harus kita Yakini.
Yang pertama, kita meyakini akan perbuatan
perbuatan dan kekuasaan Allah Ta’ala, hanya Dialah semata yang mampu
menciptakan dan mengatur urusan alam semesta, Dialah yang mengijinkan matahari
dan bulan terus mengeluarkan cahaya. Maka Allah mengingatkan kepada kita akan
kenikmatan cahaya matahari dan bulan ini dalam firmanNya,
قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِن جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمُ ٱلَّيۡلَ سَرۡمَدًا إِلَىٰ
يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِضِيَآءٍۚ أَفَلَا تَسۡمَعُونَ
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan
untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah
yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak
mendengar?"
قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِن جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمُ ٱلنَّهَارَ سَرۡمَدًا
إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِلَيۡلٖ تَسۡكُنُونَ
فِيهِۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan
untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah
yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka
apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. Qasas : 71-72)
وَمِن رَّحۡمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسۡكُنُواْ
فِيهِ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ
Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya
kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari
karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. (QS. Qasas :
73)
Itulah Allah Yang Maha Kuasa Atas segala sesuatu, oleh karena itu hanya Dialah yang berhak untuk disembah dan tidak disekutukan dengan suatu apapun [1]
Maka setelah kita mentauhidkan Allah di dalam perbuatan-perbuatan-Nya,
seperti mencipta, mengatur, memberikan rizki dll, selanjutnya adalah kita
metauhidkan-Nya di dalam tujuan peribadahan. Menjadikan Allah Ta’ala sebagai satu-satunya
tujuan peribadahan kita. Hal ini selaras dengan perintah Allah dalam
Firman-Nya:
وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ
حُنَفَآءَ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.. (QS.
Al-Bayyinah : 5)
قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي
لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku
hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. A-An’am 162)
Adapun yang
terakhir adalah kita menetapkan bagi-Nya Nama-nama dan Sifat-sifat yang telah Allah
tetapkan pada diri-Nya sendiri maupun yang Allah tetapkan melalui Rasul-Nya,
Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan tanpa kita mentakyif (menanyakan
bagaimana), mentamtsil (menyerupakan dengan makhluk-Nya) dan tanpa metahrif (memalingkan
makna dari makna asalnya) ataupun menta’thil (Menolak nama dan sifat – sifatNya).[2]
Sebagaimana firmanNya:
وَلِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَآءُ
ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِهَاۖ
Hanya milik Allah asmaa-ul husna (Nama-nama yang Indah), maka
bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu (QS. Al-A’raf
: 180)
Dalil dari tiga perkara dalam mentauhidkan Allah ini disebutkan
dalam QS. Maryam : 65)
رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ
وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا فَٱعۡبُدۡهُ وَٱصۡطَبِرۡ لِعِبَٰدَتِهِۦۚ هَلۡ تَعۡلَمُ
لَهُۥ سَمِيّٗا
Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di
antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat
kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut
disembah)?
Bandongan Magelang, 15 Syawwal 1442 H/ 26 Mei 2021
# Saudaramu karena Allah, M.S. Burhanudin
Sumber :
1. Al-Mishbaahul Muniir Fii Tahdzibi Tafsir Ibni Katsir, hal. 48
2. At-Tauhid Al-Muyassar hal. 8

Komentar
Posting Komentar