Teladan Imam As-Syafi’i dan Ulama’ Salaf di Bulan Ramadhan

        



      Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali Rahimahullah mengatakan, “Dulu Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah di Bulan Ramadhan khatam Al-Quran sebanyak 60 kali diluar bacaan Shalat” Demikian pula Al-Imam Abu Hanifah juga melakukan hal yang serupa. Adapun Qatadah Rahimahullah fokus mempelajari Alquran di Bulan Ramadhan. Sedangkan Az-Zuhri, jika datang Ramadhan ia mengatakan, “Sesungguhnya bulan Ramadhan itu adalah bulan untuk tilawah Alquran dan memberi makan.[1]

Dari perkataan beliau tersebut kita bisa mengetahui betapa antusias kesungguhan Al-Imam Asy-Syafi’i dan Ulama’ Salaf di Bulan Ramadhan, hingga mereka bisa mengkhatamkan Al-Quran sebanyak dua atau satu kali dalam sehari, betapa berkah waktu mereka tersebut. Hal ini tidaklah bisa dilakukan melainkan dengan juhud (kesungguhan) dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya serta tidak melakukan amalan-amalan yang sia-sia.

Oleh karena itu, mari saudara-saudari ku yang mulia, kita lebih bersemangat lagi di akhir Bulan Ramadhan ini untuk banyak beramal sholeh dan menyibukkan diri kita dengan Tilawah Alquran, baik waktu pagi, dhuha, siang, sore, malam dan sepertiga malam. Baik di rumah, di kantor, di sekolah, di kampus dst, kita perbanyak amal sholeh dan Tilawah Alquran. Karena Bulan Ramadhan memiliki kaitan khusus dengan Alquran. Sebagaimana Firman-Nya, "Bulan Ramadhan adalah bulan dimana di di dalamnya diturunkan Alquran" (QS. Al-Baqarah : 185).

            Ketahuilah, sesungguhnya seorang mukmin itu di dalam Bulan Ramadhan berjihad melawan hawa nafsunya dengan dua jihad. Yaitu jihad di siang hari untuk melakukan puasa dan jihad di malam hari untuk menghidupkan malam (Qiyamul Lail), maka barang siapa mengumpulkan dua macam jihad ini , menunaikan hak-haknya dan bersabar diatas keduanya maka akan diberikan pahala tanpa batas.[2]

Allah Ta’ala berfirman:

... إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ ١٠

“...Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang diberikan pahala mereka tanpa batas “ (QS. Az-Zumar : 10)

 

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufiq kepada kita, untuk bisa meneladani mereka para pendahulu kita yang sholih (SalafusSholih). Aamiin. [3]

 

Bandongan, Magelang, 23 Ramadhan 1442 H/ 05 April 2021

Saudaramu karena Allah, MS. Burhanudin


---------------------------------------------

Sumber:

1. Lihat Kitab Lathoiful Ma’arif, hal. 318 karya Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali

2. Kitab Lathoiful Ma’arif, hal. 319 karya Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali

3. Untuk  perjalanan hidup lebih lanjut Imam Asy-Syafi'i silakan membaca kitab Manaqib Asy-Syafi'i Lil Baihaqi

 

 

Komentar

Postingan Populer